Selasa, 15 November 2011

Fungsi Verb

A verb is a word expressing an action or a condition of a subject.

There are three properties which characterize verbs in English--tense, voice, and mood.

In English the fourteen verb tenses express the time or relative time in which an action or condition occurs.

The voice of a verb, passive or active, expresses whether the action is being received by the subject or being done by the subject. The two voices may occur in any tense.

The mood of a verb expresses the conditions under which an action or condition is taking place. In English there are three moods--indicative, subjunctive, or imperative. Indicative and subjunctive can be in any tense; imperative, only in the present tense.

Verbs are also classified according to function. Action verbs show action or possession. Action verbs are either transitive or intransitive. Linking verbs show the condition of the subject. Auxiliary verbs, also called helping verbs, are used with other verbs to change the tense, voice, or condition of the verb.

Conditional verbs are verbs conjugated with could, would, or should to show a possible condition. They may be in any tense.

The principal parts of a verb are the four forms of the verb from which all forms of the verb can be made. In English the four principal parts are the present (or infinitive), the past tense, the past participle, and the present participle. Since the present participle is always formed the same way (add -ing), some lists of principal parts omit it.

Sumber : http://englishplus.com/grammar/00000380.htm

Article

Jakarta (UR): The striker on Indonesia’s senior national football team, Bambang Pamungkas, warned the media and public not to get too excited over the performance of the under-23 side in the 26th SEA Games, saying it was too early to celebrate.

He alluded to Indonesia’s performance in the ASEAN Football Federation (AFF) Cup last year. In the tournament, Indonesia rode into the final on the back of spectacular wins, but the high expectations and increased publicity affected the team’s game, he said.

Indonesia lost 3-0 in the away game and won 2-1 in the home game to hand the trophy to Malaysia.

“Now our U-23 team is in good form. They have secured a berth in the semifinals, so let’s celebrate within reason. I call on media to not overdo the media scrutiny on the team as it will hurt their concentration,” Bambang said in Jakarta on Monday.

He added that the players would need full concentration for their next matches.

During the 2010 AFF Cup, the media treated us like we had already won the trophy. We became arrogant. We are only human. I hope this doesn’t happen to our U-23 team,” he said.

Bambang added that he was happy with the U-23 side’s progress, and said the players had good prospects for the future.

“I’m happy with the progress of the players on this team. I hope in time they will replace us. We cannot play for the national team forever,” he said.

Sentence

1. The striker on Indonesia’s senior national football team, Bambang Pamungkas, warned the media and public not to get too excited over the performance of the under-23 side in the 26th SEA Games. Simple Present Tense
2. saying it was too early to celebrate.
Countinous Past Tense
3. He alluded to Indonesia’s performance in the ASEAN Football Federation (AFF) Cup last year. Simple Present Tense
4. Indonesia lost 3-0 in the away game and won 2-1 in the home game to hand the trophy to Malaysia. Simple Past Tense
5. They have secured a berth in the semifinals, so let’s celebrate within reason. Perfect Present Tense
6. I call on media to not overdo the media scrutiny on the team as it will hurt their concentration Simple Present Tense
7.
He added that the players would need full concentration for their next matches. Simple Present Tense, Perfect Future Tense
8. the media treated us. Simple Present Tense
9. we had already won the trophy. Perfect Past Tense
10.
I hope this doesn’t happen to our U-23 team. Simple Present Tense
11. Bambang added that he was happy with the U-23 side’s progress. Simple Past Tense
12. said the players had good prospects for the future. Simple Past Tense
13. I hope in time they will replace us. Simple Present Tense
14. We cannot play for the national team forever. Simple Present Tense

Sumber : http://seag2011.com/en/news/detail/135/Bambang-Pamungkas:-Don't-celebrate-until-we've-won/

Kamis, 10 November 2011

Subject and Verb Aggrement

Subject and verb aggrement adalah ketentuan atau peraturan yang mengatakan jika subject singular (tunggal) maka verb harus berupa singular juga. Dan jika subject plural (jamak) maka verb harus berupa plural pula. Ada banyak aturan dalam ketentuan ini akan tetapi peraturan dasar tetap sama adapun pola tersebut dapat dilihat pada tabel berikut :


Singular subject Singular verb Tenses
1
He/She/it
verb1 + es/s
simple present
2
He/She/it
is + verb-ing
present continuous
3
He/She/it
was + verb-ing
past continuous
4
He/She/it
has + verb3
present perfect
5
He/She/it
has + been + verb-ing
present perfect continuous
6
He/She/it
is going to + verb1
simple future
7
He/She/It
is going to + be verb-ing
future continuous
8
He/She/it
was going to + verb1
past future
9
He/She/It
was going to + be verb-ing
past future continuous

Dan jika subject berupa plural :

Plural subject Plural verb Tense
1
I/we/you/they
verb1
simple present
2
I/we/you/they
am/are + verb-ing
present continuous
3
I/we/you/they
was/were + verb-ing
past continuous
4
I/we/you/they
have+ verb3
present perfect
5
I/we/you/they
have + been + verb-ing
present perfect continuous
6
I/we/you/they
am/are going to + verb1
simple future
7
I/we/you/they
am/are going to + be verb-ing
future continuous
8
I/we/you/they
was/were going to + verb1
past future
9
I/we/you/they
was/were going to + be verb-ing
past future continuous


Definisi dan fungsi Subject

Subject adalah pelaku atau agen dari sebuah pekerjaan, tapi juga bisa menjadi pembawa suatu atribut. Subjek memiliki fungsi gramatikal dalam kalimat penyusunnya berhubungan (frase benda) dengan menggunakan kata kerja untuk setiap elemen lain yang ada dalam kalimat, yaitu objek, pelengkap dan keterangan.

Bentuk-bentuk Subject

Subjek biasanya kata benda, frase nomina, atau kata ganti. Dalam kalimat deklaratif, subjek biasanya muncul sebelum kata kerja ("Gus pernah tersenyum"). Dalam sebuah kalimat interogatif, subjek biasanya mengikuti bagian pertama dari kata kerja ("Apakah Gus pernah tersenyum?").


Sumber : http://swarabhaskara.com/parts-of-speech/subject-verb-agreement-part-1/

Selasa, 08 November 2011

Leadership

Leadership atau dalam bahasa Indonesia yaitu kepemimpinan adalah suatu perilaku dengan tujuan tertentu untuk mempengaruhi aktivitas anggota kelompok untuk mencapai tujuan bersama yang dirancang memberikan manfaat bagi individu dan kelompok (Sarros dan Butchasky, 1996). Walaupun bukan suatu bidang ilmu akan tetapi kepemimpinan bisa dipelajari oleh semua individu dengan praktek mulai dari diri sendiri kemudian kepada orang lain.

Secara umum, orang akan mengatakan seseorang dapat menjadi seorang pemimpin jika dia memiliki ciri yang penting yaitu karisma, pandangan ke depan, persuasi dan intensitas. Atau dalam sumber lain mengatakan bahwa pemimpin harus memiliki ciri, integritas, bertanggung jawab, pengetahuan yang luas, komitmen, dan percaya diri.

Akan tetapi, masyarakat Indonesia kini lebih condong pada pemimpin yang berkharisma dan berprilaku sopan dan santun. Sehingga ciri lain yang diperlukan untuk menjadi pemimpin tidak diperhatikan atau malah tertutupi karena terpesona dengan karisma individu tersebut. Karena pemimpin bukan hanya orang yang dapat dijadikan contoh teladan tapi juga dapat bersifat tegas dalam menegakkan peraturan dan berani dalam mengambil resiko.

Sebenarnya, dalam kepemimpinan yang sudah dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW pemimpin harus memiliki 4 ciri yaitu : 1. Shidiq atau benar. Artinya benar karena segala tindak tanduk sikap dan perbuatan dari pemimpin dilandasi kebenaran. 2. Amanah atau dapat dipercaya. Artinya segala ucapan dan janji ditepati dan dilakukan. 3. Fathonah atau Cerdas. Pemimpin harus cerdas sebagai syarat dalam pengantisipasi segala permasalahan yang mungkin akan muncul dan mempunyai dan yang paling penting adalah cerdas dalam artian mampu membuat solusi atas berbagai permasalahan yang ada melalui berbagai sudut pandang. 4. Tablig atau penyampaikan. Selain ketiga sifat yang disebutkan diatas, pemimpin harus bisa menyampaikan dan mensosialisasikan segala kebijakan yang diambil.

Sumber : http://www.keuanganpraktis.com/2009/06/kepemimpinan-teladan-sifat-kepemimpinan.html
http://www.anneahira.com/motivasi/kepemimpinan.htm
http://id.wikipedia.org/wiki/Kepemimpinan

Rabu, 13 April 2011

Pengertian Laporan

Kata lapor dibentuk dari kata dasar lapor dan mendapat akhiran (sufiks) -an, yang dapat diberi arti sebagai segala sesuatu yang dilaporkan atau pemberitahuan tentang sesuatu.

Siswanto(1982:62)memberikan batasan laporan yaitu sebagai informasi tertulis yang dimaksudkan sebagai pertanggungjawaban atas sesuatu penugasan. Laporan juga dapat dikatakan sebagai suatu dokumen yang disampaikan atau menyampaikan informasi mengenai sebuah masalah yang telah atau tengah diselidiki, dalam bentuk fakta-fakta yang diarahkan kepada pemikiran atau tindakan yang akan diambil(Keraf, 1993:284).

Sejalan dengan pendapat Keraf, Parera(1987:56) megemukakan laporan pada dasarnya suatu bentuk penyampaian dan perjanjian fakta-fakta dan pemikiran guna tindakan.

Dari beberapa pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa laporan merupakan suatu bentuk penyampaian dan penyajian hasil kegiatan baik secara lisan maupun tertulis atau dokumen berupa fakta-fakta yang dimanfaatkan guna mengambil sebuah keputusan atau tindak lanjut bagi seseorang atau lembaga atau instansi tertentu.

Dalam pembuatan laporan, agar suatu laporan benar-benar dibutuhkan dan bermanfaat peranannya dalam organisasi harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:

Clear
  • Kejelasan suatu laporan diperlukan baik kejelasan dalam pemakaian bahasa, istilah, maupun kata-kata harus yang mudah dicerna, dipahami dan dimengerti bagi si pembaca.
Mengenai Sasaran Permasalahannya
  • Menghindarkan pemakaian kata-kata yang membingungkan atau tidak muluk-muluk, demikian juga dalam hal penyusunan kata-kata maupun kalimat yang jelas dan singkat.
Lengkap
  • Permasalahan yang dibahas sudah terselesaikan semua sehingga tidak menimbulkan tanda tanya.
  • Pembahasan urutan permasalahan harus sesuai dengan prioritas penting tidaknya permasalahan.
Tepat Waktu dan Cermat
  • Pembuatan laporan diusahakan dilakukan dengan secepat-cepatnya dan langsung disampaikan.
Konsisten

  • Laporan didukung data-data yang bersifat tetap dalam arti selalu akurat dan tidak berubah-ubah, dapat dipercaya dan diterima, serta tidak saling bertentangan satu sama lain.
Objektif
  • Pembuatan laporan harus berdasarkan fakta-fakta yang bisa dibuktikan kebenarannya maupun dibuat secara objektif.
Proses Timbal Balik
  • laporan yang baik bisa dipahami sehingga menimbulkan gairah dan minat si pembaca
  • Pembaca memberikan respone yang bisa bermanfaat bagi laporan maupun pembaca laporan
Dasar-dasar Pembuatan Laporan
  1. Pengumpulan data dan fakta
  2. Pemindahan tabulating data dan fakta
  3. Membuat kerangka laporan
  • Pendahuluan
  • Tubuh laporan
  • Saran-saran
  • Kesimpulan dan penutup
Sistematika

Laporan resmi tersusun secara tepat dan terperinci mengenai hal-hal di bawah ini :
  1. halaman Judul
  2. Kata Pengantar
  3. Daftar Isi
  4. Daftar Tabel
  5. Daftar Gambar
  6. Pendahuluan
  7. Tubuh Laporan
  8. Kesimpulan dan saran
  9. Daftar Pustaka
  10. Lampiran
  11. Daftar Petunjuk
Jenis-jenis Laporan

Jenis-Jenis Laporan
Jenis-jenis laporan dapat ditentukan berdasarkan sifat & kandungan laporan itu. Jenis Laporan Lisan Bertulis, Laporan Tahunan
Laporan Prestasi, Laporan Khas, Laporan Penilaian, Laporan Sulit, Laporan Kajian, Laporan Lawatan, Laporan Aktiviti

Contoh : Laporan Berita, Laporan Langsung

Laporan Tahunan
Disediakan oleh sesebuah persatuan, organisasi, syarikat atau institusi. Tujuan : Menyediakan perancangan yang lebih baik dan mencapai prestasi yang lebih tinggi pada masa akan datang. Dibuat setahun sekali. Disampaikan mengikut urutan tarikh.

Laporan Khas
Tujuan : Mendapatkan maklumat yang pantas, tepat & jelas. Berguna kepada organisasi dan masyarakat mendapatkan gambaran sebenar sesuatu peristiwa.

Laporan Prestasi
Mengandungi penjelasan tentang tugas yang telah selesai & kejayaan yang dicapai oleh sesebuah syarikat atau organisasi.

Laporan Penilaian
Menyatakan mutu, nilai, keadaan atau sifat sesuatu yang menjadi fokus penilaian. Maklumat akhir laporan penilaian adalah memberi maklumat kepada pihak tertentu untuk membuat keputusan atau hanya sebagai makluman.

Laporan Sulit
Mengandung maklumat tentang latar belakang individu. Maklumat mestilah tepat Membantu sesuatu pihak membuat keputusan terhadap permohonan seseorang calon.

Laporan Kajian
Dilakukan oleh sesuatu jawatankuasa atau lembaga yang dipertanggungjawabkan untuk mengkaji sesuatu isu, kejadian, dasar dll. Hasil kajian didedahkan dalam bentuk laporan & disampaikan kpd pihak tertentu untuk tindakan selanjutnya. Tidak bersifat fiksyen.

Laporan Lawatan
Tujuan : Merakamkan peristiwa yang berlaku sepanjang lawatan itu berlangsung. Dilaporkan mengikut perkembangan peristiwa. ‡ Tepat & mudah difahami.
Laporan Aktiviti Persatuan memaklumkan sesuatu. Tujuan : Merakamkan atau ditulis mengikut format tertentu. ‡ Disediakan oleh setiausaha persatuan.

Jumat, 01 April 2011

Abstrak dalam Karya Ilmiah

Abstrak merupakan suatu ringkasan yang lengkap dan menjelaskan keseluruhan isi artikel ilmiah. Abstrak umumnya disajikan dalam satu paragraf dan disarankan tidak lebih dari 200 kata (beberapa jurnal mengijinkan sampai 400 kata). Abstrak ditempatkan pada bagian awal artikel ilmiah. Penulisan abstrak yang baik perlu dipertimbangkan mengingat bagian ini merupakan bagian artikel yang dibaca setelah judul. Sangatlah beralasan, dibaca tidaknya suatu artikel ilmiah tergantung pada kesan yang diperoleh pembaca saat membaca abstraknya. Bagian artikel yang paling sulit dikerjakan adalah abstrak. Abstrak dalam bahasa Inggris merupakan satu kemutlakan yang harus ada (persyaratan dalam akreditasi jurnal ilmiah).

Abstrak harus bersifat informatif dan deskriptif, artinya setiap informasi yang terkandung pada abstrak tersebut harus berdasarkan fakta. Dengan kata lain, sangat tidak diperkenankan untuk mencantumkan informasi yang tidak ada faktanya yang jelas dalam isi artikel pada suatu abstrak. Abstrak yang baik harus mengandung empat unsur: argumentasi logis perlunya dilakukan observasi atau penelitian untuk memecahkan masalah, pendekatan yang digunakan untuk memecahkan masalah (metode), hasil yang dicapai dalam penelitian serta kesimpulan yang diperoleh. Setiap unsur hendaknya diungkapkan dalam kalimat yang singkat dan jelas, dengan demikian keseluruhan abstrak menjadi tidak terlalu panjang.

Abstrak tidak boleh mengandung pustaka dan penunjukkan gambar atau tabel. Data dalam abstrak, hendaknya disajikan secara tepat sehingga pembaca tidak perlu mengacu pada ilustrasi yang disajikan di dalam teks. Dengan alasan yang sama, sebaiknya dihindari penggunaan singkatan pada abstrak. Penyajian abstrak dengan cara seperti ini menjadi sangat penting, bila diinginkan suatu artikel ilmiah dibaca secara luas.

Kamis, 31 Maret 2011

Pengumpulan Data

Data merupakan salah satu unsur yang mempengaruhi kualitas suatu penelitian. Dalam melakukan pengumpulan data amat penting menggunakan dengan teknik yang tepat. Karena pada suatu bidang kasus/penelitian yang berbeda maka harus dilakukan dengan cara yang berbeda pula. Data pun terbagi 2 yaitu data kualitatif dan kuantitatif dan masing-masing mempunyai teknik yang berbeda dalam pengumpulannya. Data kualitatif yaitu data yang tidak bisa diukur atau dinilai dengan angka secara langsung. (Amirin 2000). Penelitian kualitatif pada dasarnya merupakan suatu proses penyelidikan, yang mirip dengan pekerjaan detektif (Miles, 1992). Dari sebuah penyelidikan akan dihimpun data-data utama dan sekaligus data tambahannya. Sumber data utama dalam penelitian kualitatif adalah kata-kata dan tindakan. Sedangkan data tertulis, foto, dan statistik adalah data tambahan (Moleong, 2007:157).

Ada 2 sumber data:
1. Data primer
Data primer adalah data yang langsung di ambil dari sumbernya.
Ada 3 cara pengumpulan data primer :

1. Observasi
Observasi adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan melakukan pengamatan. Teknik ini sangat relevan digunakan dalam penelitian kelas yang meliputi pengamatan kondisi interaksi pembelajaran, tingkah laku anak dan interaksi anak dalam kelompoknya. Pengamatan dapat dilakukan secara bebas dan terstruktur. Alat yang bisa digunakan dalam pengamatan adalah lembar pengamatan, ceklist, catatan kejadian dan lain-lain.
Data yang di hasilkan adalah data yang kualitatif.

2. Wawancara
Wawancara adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan mengajukan pertanyaan secara lisan, biasanya dilakukan jika ingin diketahui hal-hal yang lebih mendalam dari responden. Teknik pertanyaan lebih cocok digunakan dalam pendekatan survei. Pertanyaan yang efektif akan membantu pengumpulan data yang akurat, karenanya Fox (dalam Sevilla, 1993) memberikan kreteria karakteristik pertanyaan yang efektif sebagai berikut; (a) bahasanya jelas, (b) ada ketegasan isi dan periode waktu, (c) bertujuan tunggal, (d) bebas dari asumsi, (e) bebas dari saran, dan (f) kesempurnaan dan konsistensi tata bahasa.Data yang di hasilkan adalah data yang kualitatif.

3. Kuesioner
Kuesioner adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk di jawab. Instrumen atau alat pengumpulan datanya juga disebut angket berisi sejumlah pertanyaan-pertanyaan yang harus dijawab atau direspon oleh responden. Responden mempunyai kebebasan untuk memberikan jawaban atau respon sesuai dengan presepsinya.Data
yang di hasilkan bisa data yang kuantitatif atau kualitatif.

4. Studi Dokumenter

Studi dokumenter merupakan merupakan suatu teknik pengumpulan data dengan menghimpun dan menganalisis dokumen-dokumen,baik dokumen tertulis,gambar maupun elektronik. Dokumen yang telah diperoleh kemudian dianalisis (diurai), dibandingkan dan dipadukan (sintesis) membentuk satu hasil kajian yang sistematis, padu dan utuh. Jadi studi dokumenter tidak sekedar mengumpulkan dan menuliskan atau melaporkan dalam bentuk kutipan-kutipan tentang sejumlah dokumuen yang dilaporkan dalam penelitian adalah hasil analisis terhadap dokumen-dokumen tersebut.

2. Data sekunder
Data sekunder adalah data yang diambil dari hasil mengumpulkan orang lain Contoh : Data yang dimiliki perusahaan, Data BPS, Browsing di Internet dan sebagainya.

Selasa, 22 Maret 2011

Metode Ilmiah

Penelitian adalah usaha untuk memecahkan suatu masalah, mencari kebenaran yang berdasarkan fakta atau prinsip hasil dari menemukan, mengumpulkan, mengembangkan, menganalisis, dan menguji kebenaran. Atau menurut sumber lain mengatakan, cara ilmiah untuk mendapatkan data/informasi sebagaimana adanya dan bukan sebagaimana mestinya, dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Penelitian pun harus ditulis dengan hati-hati, sistematis dan sesuai dengan ilmu pengetahuan dan metode penelitian.

Metode ilmiah adalah cara menerapkan prinsip-prinsip logis terhadap penemuan, pengesahan dan penjelasan tentang suatu kebenaran. Pada zaman dahulu metode penelitian menggunakan asas coba-coba (trial & error), pengalaman baik sendiri ataupun dari oranglain, dan naluri. Sehingga perkembangan penelitian terkesan berjalan lambat, apalagi teknologi ketika itu masih belum dapat mendukung penelitian yang lebih lanjut.

Kini, metode penelitian masih banyak yang memakai asas coba-coba dan spekulasi. Tapi sudah dioptimumkan dengan ilmu statistika, yang membuat tingkat kesalahan dan banyaknya percobaan dapat diperkecil. Dan tetap memakai pengalaman pribadi atau orang lain sebagai latar belakang penelitian. Akan tetapi, sekarang sudah terdapat metode ilmiah (scientific approach) yang menjadi standar suatu penelitian ilmiah, serta memudahkan para peneliti untuk mendokumentasikan penelitiannya.

Adapun komponen metode ilmiah terdiri dari:
1. Cara ilmiah : Kegiatan penelitian didasarkan ciri-ciri keilmuan yaitu,
  • Rasional : Dilakukan dengan cara masuk akal sehingga terjangkau penalaran manusia
  • Empiris : Dapat diamati oleh indera manusia sehingga orang lain dapat mengamati dan mengetahui cara yang digunakan
  • Sistematis : Proses menggunakan langkah yang logis
2. Data
  • Kualitatif : Data yang dinyatakan dalam bentuk kata, kalimat atau gambar
  • Kuantitif : Data yang dinyatakan dalam bentuk angka atau data kualitatif yang diangkakan.
3. Tujuan
  • Penemuan : Menemukan sesuatu yang sebelumnya belum pernah diketahui
  • Pembuktian : Membuktian atau menghilangkan keraguan benar atau salahnya suatu informasi/pengetahuan tertentu
  • Pengembangan : Memperdalam atau memperluas suatu pengetahuan yang sudah ada
4. Kegunaan
  • Memahami masalah : Memperjelas suatu informasi yang tidak diketahui menjadi diketahui
  • Memecahkan masalah : Menghilangkan/memperkecil masalah
  • Mengantisipasi masalah : Mengupayakan agar masalah tidak terjadi
Pada metode penelitian terdapat 2 metode, yaitu metode kualitatif dan metode kuantitatif.
Metode kualitatif mempunyai sifat :
  • Tunggal, konkrit, dan teramati
  • Independen terhadap hubungan yang diteliti dan peneliti
  • Hubungan variabel yang causalitas
  • Cenderung membuat generalisasi
  • Cenderung terbebas dari nilai
Metode Kuantitatif mempunyai sifat :
  • Ganda, holistik dan dinamis
  • Interaktif dan tidak dapat dipisahkan
  • Hubungan variabel timbal balik
  • Memiliki kemampuan mentransfer dalam ikatan konteks dan waktu
  • Cenderung terikat nilai
Sekian posting kali ini, semoga bermanfaat.
Sumber : http://www.poliban.ac.id/up2m/Download/Metodologi%20Penelitian%20(Filsafat,%20Hakikat,%20dan%20Metode%20Ilmiah).ppt